Esemka Belum Lulus Uji Emisi, Jokowi Tetap Optimistis
| Tri Wahono | Kamis, 1 Maret 2012 | 18:46 WIB
KOMPAS/SRI REJEKI
Mobil Esemka - Para pelajar memajukan tubuh ke depan agar dapat
melihat mobil Esemka Rajawali lebih dekat, Selasa (28/2/2012). Mobil
Esemka kembali ke Kota Solo setelah menjalani uji emisi untuk
mendapatkan sertifikat uji tipe kendaraan bermotor. Sertifikat
diperlukan untuk produksi massal.
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com -
Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak patah arang atas
pengumuman hasil uji emisi Mobil Esemka Rajawali yang dinyatakan belum
lulus uji emisi. Kegagalan itu, bagi Jokowi, bukanlah akhir dari
segala-galanya.
"Ndak apa-apa kalau sekarang gagal. Kita
coba lagi, kita minta diuji lagi sambil kita perbaiki apa kekurangannya.
Mewujudkan sesuatu untuk kebanggaan bangsa dan negara harus terus
optimis ," kata Jokowi kepada Tribunnews, Kamis (01/03/2012).
Sebelumnya
diberitakan, mobil Esemka belum lulus uji emisi. Kepala Pusat
Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan mengatakan,
uji emisi yang dilakukan beberapa waktu lalu masih belum memenuhi
standar.
Standar emisi untuk mobil baru harusnya membuang
karbondioksida (CO) dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70
gram/km. Namun mobil Esemka Rajawali emisi pembuangannya masih cukup
tinggi yaitu CO-nya 11,63 gram/km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/km.
Sedangkan
pada uji tipe yang dilakukan pada 2010, lampu mobil yang tidak lolos
ujian. Pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki
12.000 candel (CD), namun pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan
10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD.
Jokowi menambahkan,
kegagalan uji emisi yang pertama, dijadikan pemacu semangat untuk
memperbaiki, menyempurnakan Esemka Rajawali agar mendapat restu, lolos
uji emisi dan dapat dipasarkan secara masal.
"Kan yang perlu
disempurnakan juga tidak banyak. Jadi, tak usahlah berkecil hati, tetap
optimis. Saya akan jelaskan kepada anak-anak nanti (pembuat mobil Esemka
Rajawali) mengapa uji emisi gagal secara baik. Pastinya, kegagalan ini
harus menjadi pemacu semangat," ujar Jokowi.(Rahmat Hidayat)







0 komentar:
Posting Komentar